Gambaran Akhirat Menurut Al-Qur’an

3 Feb

gambaran akhirat

Dunia-dunia!!!! Ya itulah dunia yang seseorang memang berat memikirnya, memang senang untuk dilakukannya dan ia rela meninggalkan suatu kewajiban hanya kepentingan dunia. Banyak orang yang terus menerus mengumpulkan harta benda demi kepentingan kekayaanya, tingkatan sosialnya, dan tingkatan kepuasannya. Mereka merasa sudah puas dan bahagia apa yang dilakukannya di bumi ini. Padahal jelas dalam Al-qur’an bahwa : Dunia ini hanya main-main dan senda gurau belaka, dan kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang bertakwa (Al-Anam : 32).

Dari ayat tersebut mengingatkan kita untuk tidak hanya memikirkan duniawi saja, namun sebaliknya kita harus mementingkan akhirat, karena akhirat itu kekal atau selamanya atau juga abadi sedangkan dunia hanya sesaat. Untuk itu perbanyaklah ibadah dan mengingat-Nya seolah-olah besok akan mati atau kiamat.

 

Berbicara tentang kiamat, banyak orang yang takut akan hal itu, bahkan yang lebih parah ada yang menduga-duga bahwa kiamat akan datang pada hari xxxxxx Padahal pengetahuan tentang kiamat ada pada sisi Allah SWT (Luqman Ayat : 34). Agar lebih jelas berikut penjelasan-penjelasan perjalanan nanti ke Akhirat menurut Al-Qur’an:

Dimulai dari hari kiamat, Firman Allah SWT kiamat seperti “Hanya dengan satu teriakan” (Qaaf Ayat :20) . atau satu tiupan saja (Al-Haaqqah Ayat : 13) maka matilah segala yang ada di langit maupun di bumi (Az-Zumar Ayat : 68). Sungguh tiupan pertama akan menggoncangkan alam (An-Naazi’aat Ayat : 6),

 

Pada saat ditiupkan sangsakala hati manusia sangat takut (An-Naazi’aat Ayat : 8), Pandangan kita hanya tunduk (An-Naazi’aat Ayat : 9). Orang-orang kafir berkata : apakah sesunggunya kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan semula? (An-Naazi’aat Ayat : 10) dan ada yang mengatakan : “ke mana tempat berlari?” (Al-Qiyaamah Ayat :10). Sekali-kali tidak ada tempat berlindung (Al-Qiyaamah Ayat :11). Tidak ada seorang teman akrabpun menanyakan temannya (Al-Ma’aarij Ayat : 10). Sebagian dari mereka saling memandang. Orang kafir ingin kalau sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab hari itu dengan anak-anaknya, (Al-Ma’aarij Ayat : 11), dan isterinya serta saudaranya (Al-Ma’aarij Ayat : 12)

Diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur (Al-Haaqqah Ayat : 14) maka Dia akan menjadikan (bekas) gunung-gunung itu datar sama sekali, (Thaahaa : 106) dan gunung-gunung menjadi seperti bulu (yang berterbangan), (Al-Ma’aarij Ayat : 9). Dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah (Al-Haaqqah Ayat : 16). Tidak ada sedikitpun kamu lihat padanya tempat yang rendah dan yang tinggi-tinggi. (Thaahaa: 107). Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung ‘Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka. (Al-Haaqqah Ayat : 17) Tidak adalah kejadian kiamat itu, melainkan seperti sekejap mata atau lebih cepat (lagi). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (An-Nahl : 77)

Tiupan pertama diiringi tiupan ke dua (An-Naazi’aat Ayat : 7), maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing) (Az-Zumar Ayat : 68). Astagfirullah (Ampunilah hambamu ini yang sangat banyak dosa-dosa dan tidak terhitung.) coba anda bayangkan bagaimana kehidupan setelah itu. Sungguh Dia akan mengumpulkan kamu di hari kiamat yang tidak ada diragukan (An-nisa : 87) tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur. (Al-Hajj :47) Apakah manusia mengira, bahwa Allah tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya? (Al-Qiyaamah Ayat : 3) Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna (Al-Qiyaamah Ayat : 4)

Dan terang benderanglah bumi (Padang mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing) dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dirugikan (Az-Zumar Ayat : 69). Pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan): “Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu” (Ali-Imran : 106). Dan mereka berkata:”Aduhai celakalah kita!” Inilah hari pembalasan. (Ash-Shaaffat Ayat : 20), Inilah hari keputusan yang kamu selalu mendustakannya. (Ash-Shaaffat Ayat : 21), (kepada malaikat diperintahkan): “Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan sembahan-sembahan yang selalu mereka sembah, (Ash-Shaaffat Ayat : 22), Dan datanglah tiap-tiap diri, bersama dengan dia seorang malaikat penggiring dan seorang malaikat penyaksi. (Qaaf Ayat : 21)

Dan mereka akan dibawa ke hadapan Tuhanmu dengan berbaris. Sesungguhnya kamu datang kepada Kami, sebagaimana Kami menciptakan kamu pada kali yang pertama (Al-Kahfi : 48 ). Pada hari itu manusia mengikuti (menuju kepada suara) penyeru dengan tidak berbelok-belok; dan merendahlah semua suara kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, maka kamu tidak mendengar kecuali bisikan saja. (Thaahaa : 108), Pada hari itu tidak berguna syafa’at , kecuali (syafa’at) orang yang Allah Maha Pemurah telah memberi izin kepadanya, dan Dia telah meridhai perkataannya. (Thaahaa : 109). Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya. ( Al-Qiyaamah Ayat :13). Dia mengetahui apa yang ada dihadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka, sedang ilmu mereka tidak dapat meliputi ilmu-Nya (Thaahaa : 110), Dan tunduklah semua muka (dengan berendah diri) kepada Tuhan Yang Hidup Kekal lagi senantiasa mengurus (makhluk-Nya). Dan sesungguhnya telah merugilah orang yang melakukan kezaliman. (Thaahaa : 111).

Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bershaf-shaf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar. (An-Naba’ Ayat : 38), Dan datanglah Tuhanmu; sedang malaikat berbaris-baris. (Al-Fajr Ayat : 22). Dan tahanlah mereka (di tempat perhentian) karena sesungguhnya mereka akan ditanya: (Ash-Shaaffat Ayat : 24), Dan yang menyertai dia berkata : ” Inilah (catatan amalnya) yang tersedia pada sisiku”. (Qaaf Ayat : 23), Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri (Al-Qiyaamah Ayat : 14). Meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya. (Al-Qiyaamah Ayat : 15). Pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan (An-Nuur Ayat : 24). Pendengaran, penglihatan dan kulit mereka menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang telah mereka kerjakan. (Fushshilat Ayat : 20), Dan mereka berkata kepada kulit mereka: “Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?” Kulit mereka menjawab: “Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata, dan Dia-lah yang menciptakan kamu pada kali pertama dan hanya kepada-Nya lah kamu dikembalikan”. (Fushshilat Ayat : 21). Kamu sekali-sekali tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan dan kulitmu kepadamu bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan. (Fushshilat Ayat : 22)

Bahkan mereka pada hari itu menyerah diri. (Ash-Shaaffat Ayat : 26), Sebahagian dan mereka menghadap kepada sebahagian yang lain berbantah-bantahan. (Ash-Shaaffat Ayat : 27). Pengikut-pengikut mereka berkata (kepada pemimpin-pemimpin mereka): “Sesungguhnya kamulah yang datang kepada kami. (Ash-Shaaffat Ayat : 28), Pemimpin-pemimpin mereka menjawab: “Sebenarnya kamulah yang tidak beriman”. (Ash-Shaaffat Ayat : 29). Dan sekali-kali kami tidak berkuasa terhadapmu, bahkan kamulah kaum yang melampaui batas. (Ash-Shaaffat Ayat : 30). Yang menyertai dia berkata (pula): ” Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya tetapi dialah yang berada dalam kesesatan yang jauh”. (Qaaf Ayat :27). Allah berfirman : ” Janganlah kamu bertengkar dihadapan-Ku, padahal sesungguhnya Aku dahulu telah memberikan ancaman kepadamu ” (Qaaf Ayat :28)

Dan barangsiapa mengerjakan amal-amal yang saleh dan ia dalam keadaan beriman, maka ia tidak khawatir akan perlakuan yang tidak adil (terhadapnya) dan tidak (pula) akan pengurangan haknya. (Thaahaa : 112). Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan. (Al-Anbiyaa :47) Barangsiapa yang berat timbangan (kebaikan) nya, maka mereka itulah orang-orang yang dapat keberuntungan. (Maksudnya: orang-orang mu’min yang beramal saleh) (Al-Mu’minuun Ayat : 102).

Demikian penjelasan-penjelasan yang terdapat pada kitab suci Al-Qur’an tentang kehidupan akhirat. Sesungguhnya masih banyak ayat yang menerangkan tentang akhirat, namun demikian  saya hanya menyampaikan inti dari kehidupan akhirat nanti, bukan secara keseluruhan.

Terimakasih atas kunjungan ke blogs ini, mudah-mudahan kita akan tersadar bahwa selain ada kehidupan di dunia ada yang lebih kekal kehidupannya yaitu akhirat.  Marilah kita saling mengingatkan akan kehidupan akhirat, ingat dunia hanya tipuan sesaat dan dunia hanya kicauan hampa saja.  Mudah-mudah kita semua termasuk orang-orang yang beruntung pada saat nanti di “Akhirat”. Amin….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: